Tujuh Langkah Menulis Itu Mudah


   KBMN PGRI Gelombang  ke - 32

Pertemuan ke 11 

Waktu : Jumat, 14 Februari 2025

Daring Via WA Group KBMN

      Pada pertemuan ini yang bersedia menjadi narasumber adalah Prof. Dr. Ngainun Naim M. Hi. dan moderatornya adalah Muliadi. Benarkah menulis itu mudah seperti judul resume ini?  Profesor  Ngainun,  seorang guru besar dari Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagug menulis buku berjudul Menulis Itu Mudah.

     Pertama, penulis mengajak peserta membangun kerangka pikir yang tepat dulu. Sebuah kata-kata mutiara dalam bahasa Arab yang berbunyi Bidayatuhu nihaayatuhu. Permulaannya menentukan akhirnya. Jadi, kita berpikir bahwa menulis itu mudah.

    Kedua, sering berlatih. Seperti naik sepeda, jika sering berlatih pasti semakin canggih. Begitu juga dengan menulis. Jika baru sekali, dua kali menulis, lalu tiak selesai itu mirip orang belajar  naik sepeda lalu jatuh.

    Ketiga, apa yang ditulis. Mulai menulis dari hal-hal yang paling dekat dengan kita.Cotohnya pengalaman. Baca teks contohnya    https://www.spirit-literasi.id/2024/06/perjumpaan-tak-terduga.html 

 Ada lagi contohnya silakan dibaca sangat menegangkan https://ngainun-naim.blogspot.com/2024/09/pasrah.html

   Keempat, miliki semangat dalam menulis. Semangat itu seolah tidak pernah berkurang.

    Kelima, menulis dengan kondisi. Tidak perlu memaksa memakai komputer. Menulis tidak perlu memaksa memakai komputer. https://www.spirit-literasi.id/2023/06/menulis-tangan-dan-budaya-menulis.html Salah satu alasan  yang cukup dominan sebagai penghambat menulis  adalah sibuk. Menulis itu bukan menunggu waktu luang tapi meluangkan waktu.  Mengemil menulis di tengah kesibukan. https://www.kompasiana.com/ngainun-naim.berbagi/666b0af7c925c448d542e5d4/ngemil-menulis-di-tengah-kesibukan?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile

      Keenam, rajin membaca wajib hukumnya. Membaca  apa saja khususnya buku. https://vt.tiktok.com/ZSMFNc3gT/

    Ketujuh, Menulis bisa mengantarkan sukses dalam hidup. 

     Sampailah di akhir materi Pak prof yang menarik dan inspiratif. Menulis itu harus bebas. Tekanan Deadline itu tekanan. Bukan berarti itu tidak penting.

    Menulis harus dipaksa https://www.spirit-literasi.id/2024/02/dipaksa-terpaksa-terbiasa.html

     Mood itu bisa natural, bisa dikondisikan. Kita harus menikmati proses agar mood selalu sesuai yang diharapkan.

  Buku antologi cerpen antara lain 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempermudah Penulis Bersama Penerbit Mayor PT Andi Offset Yogyakarta

Yuk Kita Membuat Pantun

Writing By Heart