Tujuh Langkah Menulis Itu Mudah
Pertemuan ke 11
Waktu : Jumat, 14 Februari 2025
Daring Via WA Group KBMN
Pada pertemuan ini yang bersedia menjadi narasumber adalah Prof. Dr. Ngainun Naim M. Hi. dan moderatornya adalah Muliadi. Benarkah menulis itu mudah seperti judul resume ini? Profesor Ngainun, seorang guru besar dari Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagug menulis buku berjudul Menulis Itu Mudah.
Pertama, penulis mengajak peserta membangun kerangka pikir yang tepat dulu. Sebuah kata-kata mutiara dalam bahasa Arab yang berbunyi Bidayatuhu nihaayatuhu. Permulaannya menentukan akhirnya. Jadi, kita berpikir bahwa menulis itu mudah.
Kedua, sering berlatih. Seperti naik sepeda, jika sering berlatih pasti semakin canggih. Begitu juga dengan menulis. Jika baru sekali, dua kali menulis, lalu tiak selesai itu mirip orang belajar naik sepeda lalu jatuh.
Ketiga, apa yang ditulis. Mulai menulis dari hal-hal yang paling dekat dengan kita.Cotohnya pengalaman. Baca teks contohnya https://www.spirit-literasi.id/2024/06/perjumpaan-tak-terduga.html
Ada lagi contohnya silakan dibaca sangat menegangkan https://ngainun-naim.blogspot.com/2024/09/pasrah.html
Keempat, miliki semangat dalam menulis. Semangat itu seolah tidak pernah berkurang.
Kelima, menulis dengan kondisi. Tidak perlu memaksa memakai komputer. Menulis tidak perlu memaksa memakai komputer. https://www.spirit-literasi.id/2023/06/menulis-tangan-dan-budaya-menulis.html Salah satu alasan yang cukup dominan sebagai penghambat menulis adalah sibuk. Menulis itu bukan menunggu waktu luang tapi meluangkan waktu. Mengemil menulis di tengah kesibukan. https://www.kompasiana.com/ngainun-naim.berbagi/666b0af7c925c448d542e5d4/ngemil-menulis-di-tengah-kesibukan?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile
Keenam, rajin membaca wajib hukumnya. Membaca apa saja khususnya buku. https://vt.tiktok.com/ZSMFNc3gT/
Ketujuh, Menulis bisa mengantarkan sukses dalam hidup.
Sampailah di akhir materi Pak prof yang menarik dan inspiratif. Menulis itu harus bebas. Tekanan Deadline itu tekanan. Bukan berarti itu tidak penting.
Menulis harus dipaksa https://www.spirit-literasi.id/2024/02/dipaksa-terpaksa-terbiasa.html
Mood itu bisa natural, bisa dikondisikan. Kita harus menikmati proses agar mood selalu sesuai yang diharapkan.
Buku antologi cerpen antara lain



Komentar
Posting Komentar