Yuk Kita Membuat Pantun
KBMN PGRI Gelombang ke-32
Hari/ Tanggal : Senin, 3 Maret 2025
Waktu : Pukul 14.00-16.00
Narasumber : Miftahul Hadi, S. Pd.
Moderator : Lely Suryani, S. Pd. SD.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pada pertemuan KBMN PGRI gelombang ke-32 hari ini diawali dengan berdoa dan perkenalan moderator. Moderator kali ini Ibu Lely Suryani memulai dengan berpantun
Sungai ka nal ada bua ya
Ayam Cema ni jadi sande ra
Salam ke nal dari sa ya
Lely Surya ni dari Banjarnega ra
Kemudian moderator memperkenalkan narasumber, Mas Mif Guru Kampung dengan menampilkan link sebagai berikut:https://s.id/MifProfil
Menurut para ahli, pantun adalah termasuk puisi lama yang terdiri dari empat baris atau rangkap, dua baris pertama disebut pembayang atau sampiran, dan baris kedua disebut maksud atau isiooyylolyl (Yunos, 1966: Bakar 2019).
Pantun dengan akar kata "TUN" adalah sebagai perumpamaan dengan maksud mengandung unsur-unsur pepatah dan peribahasa (Hussein, 2019).
Para pegiat kentrung dari Demak yang terkenal dapat dilihat di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=YStl3VmOvIc
Pantun di Tapanuli dinamakan ende-ende, di Sunda dikenal dengan nama paparikan sedangkan di Jawa dinamakan parikan.
Fungsi pantun adalah:
- sebagai alat pemeihara bahasa, pantun menjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir.
- melatih seseorang berfikir
- melatih kecepatan seseorang dalam berfikir.
- Satu bait terdiri atas empat baaris
- Satu baris terdiri atas empat sampai lima kata
- Terdiri delapan sampai dua belas suku kata dalam saatu baris
- bersajak a-b-a-b
- Baris pertama dan kedua disebutsampiran atau pembayang, baris ketiga dan keempat disebutisi atau maksud.
- Memahami kaidah dalam membuat pantun.
- Menguasai perbendaharaan kata.
Burung kutilang burung Cendrawasih
Cukup sekian dan terima kasih.

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar