Pemanfaatan Buku Digital dalam Pemblajaran


KBMN PGRI Gekombang ke-32
Pertemuan ke- : 16
Hari/Tanggal: Rabu, 26 Februari 2025
Waktu : Pukul 19.00 - 21.00
Narasumber: Nur Dwi Yanti, M. Pd.
Moderator : Raliyanti


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.
       Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Pada malam hari ini kita bisa mengikuti pelatihan  Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI. Kita sudah memasuki pertemuan ke -16. Semoga ilmu yang diterima bermanfaat untuk membuat karya berbentuk buku.
       Agenda kegiatan malam ini yaitu: 
     1. Pembukaan
     2. Paparan materi
     3. Tanya jawab
     4. Penutup
     Materi malam hari ini adalah Pemanfaatan Buku Digital dalam Pembelajaran . Materi disampaikan oleh narasumber Ibu Nur Dwi Yanti M. Pd. dari Tangerang Selatan dan moderator Ibu Raliyanti.
     

          Tampilan ini merupakan salah satu aplikasi digital dari Prancis yang didirikan tahun 2000 oleh Thierry Brethes dan Nathalie Ting. Thierry Brethes dan Nathalie Ting mengembangkan perangkat lunak dan format Mobipocket untuk memudahkan penerbitan dan pembacaan ebook di perangkat seluler seperti PDA dan smartphone.
         Mobipocket pada era 2000-2005 sangat populer dan banyak digunakan pada perangkat pembaca buku elektronik (e-reader). Namun dengan perkembangan teknologi, kini popularitasnya menurun dengan kemunculan format EPUB dan dominasi Amazon Kindle.

         Perkembangan teknologi telah mengubah kita untuk mengakses informasi dengan cepat dan efisien. Salah satunya melalui buku digital atau e-book Dalam dunia pendidikan, buku digital menawarkan berbagai manfaat yang signifikan bagi siswa, guru, dan institusi Pendidikan.
         



Keunggulan buku digital dibandingkan buku cetak adalah ssebagai berikut:

  • Praktis dan mudah di bawa, Ringkas: Buku digital tidak memerlukan ruang fisik yang besar. Anda dapat membawa ratusan bahkan ribuan buku dalam satu perangkat kecil seperti tablet atau smartphone. Hemat Ruang: Tidak perlu lagi rak buku yang besar. Semua buku tersimpan rapi dalam perangkat digital.
  • Interaktif: Buku digital sering dilengkapi dengan fitur multimedia seperti video, audio, dan animasi yang membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Adanya fitur pencarian memudahkan menemukan informasi yang dibutuhkan dengan cepat. Kita dapat membuat catatan, menandai halaman penting, dan mencari kata atau frasa tertentu dengan mudah. Bahkan ada beberapa buku digital dilengkapi dengan kamus terintegrasi yang memudahkan kita mencari arti kata yang tidak diketahui.

  • Lebih Murah :Buku digital biasanya lebih murah daripada buku cetak karena biaya produksi dan distribusi yang lebih rendah. Bahkan ada banyak buku digital gratis yang tersedia dan dapat di kases melalui internet atau perpustakaan digital.
  • Ramah Lingkungan : Penggunaan buku digital membantu mengurangi penggunaan kertas, sehingga lebih ramah lingkungan.
  • Dapat diperbaharui : Kita dapat menyesuaikan tampilan, isi sesuai dengan preferensi kita
  • Lebih mudah di akses: Buku digital dapat diakses dan diunduh dari berbagai sumber online dengan mudah.

        Adapaun aplikasi untuk untuk membuat buku digital kini telah banyak dapat kita gunakan
baik yang gratis maupun yang berbayar. Seperti Conversi ke PDF, Canva, Google Slide, heyzine serta banyak lagi.
         Lantas bagaimana agar pemanfaatan buku digital ini efisien untuk pembelajaran?
Pertama tentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Apakah untuk memahami konsep baru, memperdalam pengetahuan, atau sekadar mencari informasi tambahan?
Kedua, sesuaikan buku digital dengan tujuan pembelajaran, minat, dan tingkat pemahaman audience (peserta didik)
Ketiga, pilih format buku digital yang sesuai dengan perangkat yang akan/dapat diakses oleh peserta didik atau pendidik.
         Dari tujuan pembelajaran, maka kita dapat melakukan beragam kegiatan kepada peserta didik dengan memanfaatkan buku digital. Bahkan kita dapat mengajak partisipasi peserta didik dalam merancang dan membuat buku digital. 
         Ajak peserta didik untuk mengembangkan ide gagasan, baik berupa tulisan atau gambar.
Sesuaikan dengan tingkat kemampuan dan sarana yang ada. Jika sekolah memiliki perangkat multimedia, maka peserta didik dapat memanfaatkan aplikasi gambar atau voice record sebagai fitur tambahan. Jika memliki keterbatasan maka dapat memanfaatkan buku gambar, kertas dan media lain yang kemudian dapat kita dokumentasikan serta disusun menjadi rancangan buku digital.
        
        Berikut beberapa contoh buku digital yang dapat kita buat :

       Berikut buku digital yang dapat diakses gratis, sebagai bahan referensi atau untuk memperoleh informasi dalam proses pembelajaran.


           Peserta KBMN diharapkan menggunakan buku digital dari sumber-sumber di atas. Meskipun demikian peran guru tidak dapat tergantikan dengan adanya buku digital. Gurulah yang menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, kreatif dan aktif.

           Terima kasih kepada Om Jay, Bunda Kanjeng dan panitia yang telah memfasilitasi kegiatan ini. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempermudah Penulis Bersama Penerbit Mayor PT Andi Offset Yogyakarta

Mengelola Kegiatan Literasi Sekolah Lengkap dengan Rapor Literasi

Yuk Kita Membuat Pantun