MENGATASI WRITER'S BLOCK


                            
                        Masa lalu bukan di belakang sebagai sesuatu yang harus ditinggalkan, tetapi berada di
             bawah sebagai  pijakan demi sebuah pencapaian (Revolvere)

                         Teruslah memberi arti pada setiap orang yang kita temui, dalam setiap hal
                      yang kita lalui, dan  untuk  setiap waktu yang kita miliki (Ditta Widya Utami)

     Pada pertemuan ke-7 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI membahas materi cara mengatasi Writers Block. Narasumber yang  bersedia yaitu Ditta Widya Utami, S. Pd., Gr. dan moderator Gina Dwi Septiani, S. Pd. M. Pd. Berikut ini CV narasumber https://s.id/cvdittawidyautami

      Pada pembukaan materi diisi dengan pentingnya ''mengisi'' ruang-ruang digital (utamanya dengan tulis-menulis) dengan hal-hal positif.  Namun kadang-kadang penulis terjebak dengan tidak bisa melanjutkan tulisan, sehingga kita hanya bisa diam meski jemari sudah di atas komputer.

      Omjay berpesan kepada penulis untuk menunjukkan adab melalui tulisan. Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan  :

1. Menulis dengan bahasa yang sopan dan beradab.

2. Menggunakan contoh yang positif dan inspiratif.

3. Menulis tentang nilai-nilai moral dan etika.

4. Mengajak pembaca untuk berpikir kritis dan kreatif.

5. Menjadi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga pesan Omjay menjadi inspirasi bagi para penulis.

      Narasumber mengajak para peserta menulis dengan tema yang bisa dipilih : 1. Deep Larning 2. Lagu Anak, 3. Senam Anak Indonesia Sehat, 4. 7 Kebiasaan Anak Indonesia Sehat, 5. Pagar Laut, 6. Gas LPG 3 Kg, 7. Karakter Peserta Didik.

    Ketika kita menulis, disadari atau tidak, akan mudah menulis saat temanya memiliki keterkaitan dengan keseharian kita. Dengan hal-hal yang kita minati. Dengan apa yang kita dengar, lihat atau rasakan. Di luar itu, kita akan sulit untuk memulai. Perlu usaha yang lebih untuk menyelesaikan tulisannya. Menulis sejatinya adalah kata kerja. Maka harus ''aktif''. Tak bisa kita bercita-cita jadi penulis, namun tidak menulis. Perlu upaya, perlu berlatih menulis setiap hari.Seperti belajar naik sepeda, sedikit teori tapi banyak praktik.

     Writers Block dimaknai sebagai kondisi dimana seorang penulis mengalami kesulitan untuk memulai atau melanjutkan proses menulis. Dua orang psikolog bernama Jerome Singer dan Michael Barrios melakukan penelitian mengenai writer's block ini terhadap para penulis berlatar belakang yang berbeda, mulai dari penyair puisi hingga screen writer.

    Psikolog tersebut membagi empat dasar penyebab ketidakbahagiaan para penulis yang menjadi peserta studi mereka. Keempat hal tersebut adalah:

    1. Kecemasan

    2. Pemarah

    3. Apatis

    4. Memiliki masalah dengan orang lain

     Apakah  writer's block  merupakan masalah yang nyata atau hanya istilah yang diciptakan. Ada alasan penyebab masalah ini, misalnya : 

    1. Merasa takut

    2. Perfeksionis

    3. Tekanan Eksternal (contoh tuntutan untukmembuat tulisan)

     Dee Lestari mengatakan kalau Writer;s Block ini ada dua kondisi:

    1. Kondisi akut seperti saat kita berjalan lalu tersandung batu kecil.

    2. Kondisi kronis (besar) dimana kita benar-benar terhalang oleh hal-hal besar saat menulis.

    Ada beberapa cara mengatasi Writer's Block di antaranya:

    1.Istirahat sejenak

    2. Cari suasana baru (misal terbiasa menulis di kamar, lalu mencoba menulis di kafe)

    3. Meminimkan distrksi (misal mematikan HP dan TV saat menulis)

    4. Membaca karya orang lain

    5. Melakukan diskusi

    6. Berolah raga

    7. Melakukan aktivitas selain menulis

    8. Mencoba free writing/ menulis bebas

      Jadi penyebab Writing's block disesuaikan dengan mengenali penyebab yang menghampiinya.



    


 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempermudah Penulis Bersama Penerbit Mayor PT Andi Offset Yogyakarta

Yuk Kita Membuat Pantun

Writing By Heart